Zaman Kegelapan di Jakarta

LifeSchool by Bhayu M.H.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpose foto dengan gaya yang tak lazim (Foto: tempo.co)

Tak dapat dipungkiri aura kekecewaan, kesedihan dan kegeraman masih menghinggapi para pendukung pasangan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias “Ahok”-Djarot Saiful Hidayat. Di linimasa media sosial terutama Facebook, tergambar jelas bahwa “move on” bukan masalahnya. Tetapi karena terbukti bahwa kemenangan lawan mereka Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno diraih dengan “segala cara”. Cara paling disesalkan adalah eksploitasi isyu agama yang memecah persatuan dan kesatuan Indonesia. Media massa luar negeri pun sampai mengulasnya berkali-kali karena begitu massifnya serangan kepada pasangan petahana menggunakan metode fasis dan rasis. Kita akan mencatatnya sebagai Pilkada paling kotor yang pernah terjadi di Indonesia. Kotor karena penggunaan isyu yang bisa membahayakan negara cuma demi meraih kursi kekuasaan.

Bagaimana pun, nasi sudah jadi bubur. Terbukti harapan untuk maju masih sangat jauh. Tingkat kepuasan kinerja yang tinggi ternyata tidak diapresiasi menjadi elektabilitas. Masyarakat lebih…

Lihat pos aslinya 218 kata lagi

Iklan

Persekusi dan Logika “Kambing Hitam”

Fokus Today

Persekusi Persekusi dan Kesalahan Berfikir

Fokustoday.com – Jakarta, 8 Agustus 2017. Akhir-akhir ini, istilah persekusi menguasai pemberitaan. Kasus yang hangat dibicarakan sekarang merujuk pada peristiwa yang terjadi di Cipinang terhadap seorang remaja berumur 15 tahun. Beliau diinterogasi oleh beberapa orang yang prosesnya terekam dalam sebuah video.

Kasus lain menimpa seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatera Barat. Setelah diminta untuk menyatakan permintaan maaf atas status facebook (19-21 Mei 2017), baik di media sosial maupun dalam sebuah pertemuan resmi, beliau dan keluarga masih tetap mengalami intimidasi.

Selain kasus-kasus ini, menurut laporan Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Juniarto, setidaknya ada 59 kasus persekusi yang terjadi sejak Januari hingga Mei 2017.

Lihat pos aslinya 1.194 kata lagi

SYECH Sulaiman Al-Wasil Syamsudin atau Syekh Wasil alias Mbah Wasil..(Syech Ali Samsuzein,).

Bayt al-Hikmah Institute

 Syekh Wasil
Ada ulama dari Turki yg diperintahkan untuk datang ke Jawadwipa yg bernama Syech Ali Samsuzein, beliau sempat bermukim di Gunung Wilis (sadepok). Beliau mendirikan Masjid di sana. (Masih ada peninggalannya). Lalu Syech Ali Syamsuzein punya pengikut atau murid yaitu Ki Hajar Subroto, hingga pada tataran kemakrifatan.
Lalu Syech Ali Syamsuzein melanjutkan dakwah/ syi’ar beliau kepada Sang Prabu Joyoboyo, melihat kebijaksanaan Sang Ulama, akhirnya sang prabu menimba ilmu kemakrifatan.
Jadi Syech Ali Syamsyzein punya dua murid dengan tataran kemakrifatan tapi dari sisi berbeda, Ki Hajar Subroto dari sisi keagamaan (bekas pertapa), sedang Prabu Joyoboyo dari sisi pemerintahan (Kerajaan). Sehingga keduanya dipesan dengan wasiat yg berbeda.Ki Hajar diperintahkan untuk membuka, Sang Prabu diperintahkan untuk menutup. Hingga akhirnya Syech Ali  Syamsuzein kembali ke Turki.Makam Syekh Wasil Syamsudin, Setono Gedong ...

Lihat pos aslinya 1.803 kata lagi